Archive for August, 2008

[Event] Students Meet Practitioners

Students Meet Practitioners

Students Meet Practitioners

Pada tanggal 9 – 10 Agustus 2008 lalu, bertempat di Villa Bunga Lembang Bandung, perhimpunan ikatan alumni SMA tempat saya bersekolah dulu mengadakan suatu acara yang sangat bermanfaat untuk saya. Pas benar dengan profesi saya. Hanya memang saat itu status saya sedang tidak berada pada salah satu sisi yang dibahas. Mau dibilang mahasiswa tapi saya sudah lulus, mau dibilang praktisi jelas saya masih anak bawang di instansi raksasa tempat saya bertugas sekarang. Tapi tetep, saya amat menikmati acara yang berjalan.

Acara ini diberi nama “Students Meet Practitioners”, selanjutnya saya sebut “SMP”. SMP dibuat dengan tujuan untuk:

  1. Memberikan wawasan dan pemahaman kepada mahasiswa ekonomi tentang seluk beluk profesi di bidang akuntansi, manajemen dan ekonomi serta profesi lainnya yang terkait
  2. Mengenal lebih dekat alumni yang telah sukses berkarir di bidangnya
  3. Membangun keakraban dan jaringan komunikasi diantara alumni yang berkarir di bidang akuntansi, manajemen dan ekonomi.

Well, sebenarnya saya hanya sempat ikut beberapa sesi dari keseluruhan acara saja, soalnya Sabtu sore hingga malam saya keluyuran di Ciwalk (sambil nunggu ada alumni yang minta dijemput di sana karena dia gak tahu jalan ke Lembang), apalah artinya ke Bandung tanpa belanja? Betul betul? Setujuuuu….. =) Halaaah….

suasana makan pagi

suasana makan pagi

Jadi berikut ini hanya sekilas laporan pandangan mata dari beberapa sesi yang saya ikuti:

Sesi 1 : Sharing tentang profesi dan pengalaman kerja sebagai auditor, akuntan pemerintah, akuntan pendidik dan manajemen pemasaran.

AUDITOR. Disebut juga Akuntan publik, adalah akuntan yang bekerja untuk suatu organisasi independen yang digunakan jasanya untuk menilai dan kemudian memberi pendapat tentang Laporan Keuangan kliennya. Atas jasanya memberi pendapat maka akuntan publik akan mendapat bayaran. Menarik sekali, saya jadi tahu pola pikir anak – anak lulusan akuntansi dari jenjang S1, sesuatu yang tidak akan pernah terpikir oleh saya karena saya tidak pernah menapaki jalur kehidupan itu.  Jadi, sejauh tangkapan pemahaman saya, mereka itu pasti bingung mau ambil jalur mana, antara dua: menjadi akuntan perusahaan atau auditor. Kedua tempat ini juga punya baik – buruknya masing – masing. Paling banyak siy ambil jalur auditor, lebih mudah diterima di KAP – KAP (asal dari UI, Unpad, Unair, UGM mudahlah ditarik KAP – KAP big five), nah tapi itu, masuk KAP dan menjadi staf junior auditor itu adalah suatu hal yang sangat berat, terlebih bagi seorang wanita. Pola hidupnya sangat tidak apik! Bulan – bulan ini biasanya KAP mulai hunting fresh graduater dari universitas – universitas terkemuka di Indonesia untuk direkrut, kebanyakan memang sudah teken kontrak sejak mereka internship di KAP itu saat mereka masih kuliah. KAP sudah ambil ancang -ancang untuk membuat laporan keuangan klien – kliennya yang sebentar lagi tutup buku saat tutup tahun. Akan banyak order dan itu berarti butuh banyak tenaga kacung kampret. Nah itu lah bagian mereka, katanya 5 tahun awal itu sungguh masa – masa yang tidak punya kehidupan, hidup hanya untuk bekerja. Paling parah 2 tahun awal masa kerja, pasti selalu ada tanda – tanda mulai bawa selimut dan bantal ke kantor, tanda – tanda pulang tengah malam itu pun masih dengan membawa laptop di tas dan berkas berordner – ordner yang harus diselesaikan di tangan kiri dan kanannya, serta tanda – tanda mau diputus sama calon soulmate. Wah, kasihan sekali deh… (makanya gak usah pacaran temans…). Tapi baiknya mengambil jalur auditor adalah ilmu kita akan terus dan terus bertambah, kita berkesempatan besar untuk belajar banyak hal. Ada banyak file klien yang beraneka ragam jenis usahanya membuat para kacung kampret tadi dapat mengambil banyak pelajaran untuk meng-upgrade kemampuan dirinya menuju sosok auditor yang handal! Segala referensi tentang akuntansi tersedia lengkap di komputer KAP dan mereka bebas mengaksesnya. Sampai – sampai ada seorang kakak yang sudah cukup lama berkiprah di KAP dan kemudian memutuskan untuk keluar melakukan satu hal yang cerdik! Apa coba? Mengisi harddisk portablenya dengan seluruh referensi yang tersedia di KAP yang ditinggalkannya itu. Untuk bekal di tempat yang baru. Cerdik! Tapi, meniti karier di jalur auditor itu lama, dari staf ke junior auditor ke senior sampai ke level partner….lamaaa… Yakin tidak akan banyak yang dapat bertahan. Itulah yang membuat banyak abang dan kakak yang sudah cukup lama meniti karier di KAP mengambil langkah keluar dan menjadi akuntan perusahaan. Oke, kita masuk profesi berikutnya.

AKUNTAN PERUSAHAAN. Akuntan perusahaan  adalah akuntan yang dibayar perusahaan untuk bekerja sebagai pegawai perusahaan untuk melaksanakan tugas-tugas akuntansi dalam kegiatan perusahaan. Akuntan perusahaan itu menurut cenderung kurang berkembang kecuali memang dari pribadi masing – masing menonjolkan prestasi yang cemerlang. Secara penguasaan ilmu pun, akuntan perusahaan itu cenderung hanya paham perlakuan akuntansi di jenis usaha perusahaan yang diurusnya. Ya iya donk, pasti transaksinya yang itu – itu saja, maka bagaimana mau maju. Untuk orang yang menginginkan kemajuan, menjadi akuntan perusahaan adalah pilihan yang mustahil, karena menjadi akuntan perusahaan pun terkadang dibagi – bagi tugasnya, ada yang mengurus receivable saja, payable saja, atau perlakuan pajaknya saja. Jadi sudah tidak paham proses bisnis perusahaan secara keseluruhan, yang dihadapi ya berkutat di yang itu – itu saja. Mana bisa maju! Tapi untuk yang menginginkan kedamaian dan ketenangan, ya jadilah akuntan perusahaan. Paling tidak tenangnya kalau disuruh atusan ngotak – ngatik laporan keuangan untuk tujuan yang tidak benar… Kasusnya, kebanyakan abang dan kakak yang menyeberang ke perusahaan dri jalur auditor itu pasti ya diajak – ajak sama kliennya. Kalau cara ini memang paling TOP. Soalnya di perusahaan pasti langsung dapet posisi maknyus!

sampai ke atas tangga

sampai ke atas tangga

AKUNTAN PENDIDIK. Selain seru membahas Auditor versus Akuntan Perusahaan, dibahas pula mengenai Akutan Pendidik. Posisi ini menurut saya paling baik untuk seorang akuntan wanita. Oh, ayolah…apakah kalian mau hidup dikejar deadline dan hal itu terus berulang tanpa henti dan bahkan Anda menjadi tidak punya kehidupan pribadi. Tentu tidak… Wanita, apa yang kalian harapkan dari keadaan seperti itu? Karena menurut saya, pilihan ini sudah menyangkut prinsip, kalau wanita, hal paling membahagiakan itu pasti dengan hidup berkeluarga dan mempunyai anak. Karier itu hanyalah sampingan saja. Heuheu, sori ngelantur… Saya ngefans berat sama Kak Hertin dan Bang Deddy. Indah nian hidupnya… Back to topic. Akuntan pendidik itu ya para dosen di FE di universitas – universitas. Kesibukannya ya mengenai kegiatan persiapan pengajaran, membuat soal ujian (yang kakaknya ngotot bahwa tidak mudah loh membuat soal itu), sama bagaimana caranya agar para akuntan pendidik ini tidak ketinggalan informasi perkembangan dunia akuntansi di dunia luar sana (luar kampus maksudnya).

AKUNTAN PEMERINTAH. Mereka ini para pekerja di Depkeu. Aku gak tertarik nyeritainnya soalnya waktu abangnya presentasi aku ditanya – tanya mulu. Sengaja banget gitu. Padahal kan aku masih lugu dan lucu. Halah…

Terakhir yang tidak kalah menarik adalah BERWIRASWASTA DI BIDANG AKUNTANSI. Jalan ini ditempuh karena si abang yang jadi pembicara telah menemui tanda – tanda tidak menyenangkan selama menjadi auditor, itu loh yang salah satunya mau dicopot posisinya sama soulmatenya… Tapi kemudian emang nggak jadi karena emang si abang ini jagoan. Tetap nikah padahal dia baru saja memutuskan keluar dari karier auditornya karena merasa uang yang diterima dari pekerjaannya selama ini tidak akan mampu memenuhi kebutuhannya. Mertuanya sudah kebat – kebit, melihat tingkah sang menantu baru yang kok keluar dari kerjaannya tapi santai – santai aja dan tidak berusaha melamar ke mana – mana. Tapi ternyata di dalam relung hatinya (halah…) si abang ini sedang menyusun startegi maknyus! Membangun perusahaannya sendiri! Wew, mantaf! Latar belakangnya begini, selain kebutuhan ekonomi, selama di KAP beliau menemui banyak kejadian bahwa banyak perusahaan yang skala usahanya tidak begitu besar (sehingga bayaran ke KAP-nya juga kecil) ditolak saat berniat menjadi klien KAP-nya. Nah, yang nolak kan KAP-nya, kalau dia secara pribadi, yah saya mau donk ngerjain ini, lumayan kan sekian puluh juta… Dari sinilah sang abang bertekad untuk membangun KAP-nya dengan sasaran menampung perusahaan – perusahaan yang ditolak KAP Big Five. Selain itu juga, di berusaha mencari segmentasi pasar lain. Maka, kalau mau tidur saja yang dia bawa adalah UU No. 17 Tahun 2003. Itu loh,, UU tentang Keuangan Negara. Dan menjelang tidurnya dia mendapati satu pasal menarik buat jadi perluasan segmen perusahaan yang akan dia bangun. Yaitu pada pasal yang meyatakan bahwa Pemerintah harus membuat Laporan Keuangan. Nah loh,,, Coba? Berapa banyak siy pemda – pemda yang bisa buat LK bener? Maka segmen pasar ini diambilnya. Door to door ia memasuki pintu – pintu pemda – pemda, suku dinas – suku dinas, satu dua tiga bermunculan order…terus sampai sukses! Luar biasa! Keren banget ini yang begini buat saya…

Itulah isi sesi 1 hari Sabtu-nya saja. Masih ada malam dan esok Minggu.

hiruk pikuk saat sharing

Sesi 2 : Saya gak ikut soale lagi di Ciwalk, hahaa… maafkan aku…

Esok Minggu : Udah mulai gak konsen soalnya lagi riyuh cari tiket buat pulang soale sorenya harus masuk diklat di Jakarta. Tapi sempet grusuh – grusuh minta tanda tangannya E.S. Ito, itu loh penulis Negara Kelima dan Rahasia Meede. Belum baca siy bukunya, tapi yang penting dapat tanda tangannya, hehe sorry Bang.

student with practitioners all together

Menanti acara selanjutnya, mungkin bisa ada Practitioners Meet Practitioners.

August 25, 2008 at 5:14 pm 1 comment

[Peralatan] Nikon D80

Nikon D80 memang bukan kamera paling anyar di jajaran Nikonian. Karena posisi ini sekarang ditempati Nikon D300. Tapi kenapa saya membahas Nikon D80, karena saat ini saya sedang gencar – gencarnya mencari kamera terbaik buat saya miliki. Terbaik dari performance, dan terbaik dengan budget yang saya alokasikan. Nikon D80 sendiri pertama keluar di Indonesia pada tanggal 9 Agustus 2006 sebagai penerus seri D70s. Dan karena sejak awal saya berniat memilih “agama” Nikon, maka walau di merk Canon ada EOS 450D yang sepertinya fiturnya lebih canggih (saya belum benar – benar mengamati siy,,,), pilihan saya tetap jatuh pada Nikon D80.

Dari perbincangan saya dengan seorang teman di Bandung 2 minggu yang lalu, dia berkata bahwa mungkin kisaran harga Nikon D80 Body Only sekarang sekitar Rp. 7.000.000,- pas. Dia waktu beli beberapa bulan yang lalu masih di harga Rp. 7.200.000,- Kalau sudah pakai lensa zoom 18-135 mm standar, kira – kira ya di harga Rp. 9.000.000,- Dengan budget segitu kita sudah cukup dipuaskan dengan kamera amatir yang beberapa fiturnya sudah seimbang dengan kamera pro (ada fitur image processing engine sehingga dapat melakukan retouch di kamera yang artinya tidak perlu pakai photoshop, fitur ini sama seperti di Nikon D2X yang versinya profesional).

Berikut beberapa fitur menarik dari Nikon D80:

  • Image sensor 10.2 MP dengan DX format CCD (crop factor 1.5x, sama dengan D50, D70, D200)
  • Image processing engine (serupa dengan D200 / D2X)
  • Pengukuran cahaya dengan 3D Color Matrix Metering II, 420 pixel sensor (sama dengan D50)
  • 11-area AF system (serupa dengan D200)
  • Auto ISO
  • Shutter lag 80 ms
  • Viewfinder dengan Pentaprisma
  • Support SD-HC (SD cards di atas 2 GB)
  • Retouch foto dalam kamera
  • D-Lighting (shadow / highlight)
  • Red-eye reduction
  • Cropping
  • B/W dan filter lain
  • Small picture
  • Image overlay
  • Multiple-exposure
  • Bodi lebih kecil dan ringan dibandingkan D70/D70s
  • Menu yang efisien, seperti pada D200
  • Baterai lithium EN-EL3e (sama dengan D200)
  • Wireless flash terintegrasi (sama dengan D200)
  • Aksesoris battery grip (tidak tersedia pada D70/D70s)

Sumber : NIKON

August 22, 2008 at 5:03 pm 5 comments


Voting

Salam hebat!



Salam hebat! Selamat datang di blog saya, terima kasih sudah menyempatkan untuk mampir =D Blog ini saya buat untuk menuliskan tiga hal besar yang menyita banyak bagian hidup saya (for this time being), yang walau begitu, insyaAlloh saya menikmatinya... Tiga hal itu adalah: 1. Hobi saya : fotografi 2. Profesi saya : petugas pajak 3. Organisasi saya : Ikastara Saya akui dalam tiga hal ini saya adalah pemain pemula, dalam artian walau sudah berkecimpung selama beberapa tahun terakhir ini, namun saya tidak benar - benar serius menekuninya. Oleh karena itu, sejak hari ini saya bertekad untuk belajar lebih serius dan mencatat serta berbagi ilmu dan pengetahuan saya itu dalam tulisan - tulisan yang akan saya buat di blog ini. Saya amat mengharapkan masukan dan komentar dari para ahli di tiga bidang ini. Terima kasih =) :ff

As-Sajarotun

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

Statistik Blog ini...

  • 24,795 hits

Sponsor…


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.