Archive for October, 2008

[Event] Ikastara Happy Morning 2008

Ikastara Happy Morning 2008. Acara yang sejauh pengetahuan saya bermula dari inisiatif para anggota Ikastara Dana Rakca (IDR), yang tidak lain tidak bukan adalah sebuah Badan Semi Otonom (BSO) di bawah lini Pengurus Pusat Ikastara (PP Ikastara). Anggota dari IDR terdiri dari para alumni yang tergabung dalam Ikastara dan meniti kariernya di Departemen Keuangan (Depkeu). Sebagian besar anggotanya merupakan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) selain juga berasal dari para pekerja di lingkungan Depkeu yang masuk melalui jalur penerimaan lainnya.

Ikastara Happy Morning 2008 (IHM) adalah sekuel kedua dari acara yang sama yang pernah dilaksanakan pada tahun sebelumnya dan konon mendapat banyak sambutan positif dari para anggota Ikastara. Karena yang baik harus terus diteruskan dan yang buruk harus dieliminasi. Maka hadirlah Ikastara Happy Morning 2008 pada Minggu, 26 Oktober 2008 yang lalu.

IHM dibuka dengan registrasi peserta dimana tiap peserta mendapat nomor dada yang akan diundi untuk memperebutkan doorprize menarik. Dilanjutkan dengan stretching untuk merenggangkan otot – otot para peserta yang sudah kaku karena pastinya sebagian besar dari peserta sudah lama sekali tidak lari. Setelah stretching maka masuklah gerombolan kami ke lintasan sekeliling Gelora Bung Karno (GBK) dan keinginan bernostalgia itupun hadir. Kali ini, dan sesungguhnya seperti biasa, sosok bang Kharisma tampil ke depan. Beliau pun menyiapkan barisan. Siaaaaaaaaap Grrrrak!!! Wew, barisan langsung berusaha meluruskan dengan sisi – sisinya namun tetap saja tidak lurus karena keadaan lintasan yang ramai padat oleh orang – orang yang berolahraga. Dengan barisan yang tidak lurus itu, lantang sang pemimpin barisan memberi aba – aba. Lari majuuuuu, jalan!!! Oh iya, sebelumnya kami telah bersepakat untuk lari tiga kali putaran GBK.

Barisan yang tak lurus itu pun berlari menyeruak keramaian orang – orang di seputaran GBK. Tak semangat rasanya jika berlari sunyi – sunyi saja. Maka dari para freshgraduater yang harusnya masih hapal dengan baik beberapa lagu pengiring lari pun mulai terlantun bait demi bait lagu. Lagu – lagu penyemangat pun mengalir satu per satu diikuti oleh seluruh gerombolan barisan yang makin hancur saja. Dari “Ayo Lari, Ayo Lari…” hingga “Minggir Dong, Minggir Dong…” yang membuat orang – orang di seputaran GBK melirik dengan pandangan mata bertanya siapa yang menyuruh mereka minggir pun hadir. Lagu yang lebih sejuk seperti “From Homebase of The Tidar Valley” hingga ada lagu aneh yang sepertinya hanya dihapal oleh Angkatan XIII ke atas pun hadir. Karena tak hapal liriknya, para sesepuh hanya bisa bergumam saja.

Satu lap sudah lewat. Tanda – tanda letih mulai muncul di wajah anggota barisan yang mulai pucat (setidaknya pada wajah saya). Beberapa kebaikan memang harus dipaksakan. Lari adalah suatu kebaikan menurut saya, maka saya tetap memaksakan berlari setidaknya satu lap lagi dari kesepakatan tiga lap. Barisan semakin hancur saja dan lagu – lagu mulai sayup menghilang dari lisan – lisan para pelantunnya membuat semangat untuk berlari makin pupus. Tak sampai penuh satu lap saya memutuskan berjalan, kira – kira masih ada dua sektor lagi sebelum seharusnya satu putaran penuh. Beberapa anggota barisan ada juga yang berguguran, sebagian besar memang masih melanjutkan perjalanannya. Saya berjalan kaki hingga sampai di area tempat kami berkumpul. Heran saya, kok rombongan yang berlari sudah di sana semua dan asyik sekali menyantap sarapan. Ternyata, kesepakatan tiga lap dipersingkat menjadi dua lap saja. Aduh aduh… Alasannya sih karena ini IHM kedua, maka larinya dua putaran GBK saja. Nanti IHM ketiga, maka wajib lari tiga lap GBK, dan seterusnya. Bayangkan pada IHM ke sekian puluh, maka larinya sekian puluh lap juga! Tapi mungkin bukan mengelilingi GBK melainkan hanya lapangan basket saja. Hehee…

Usai sarapan pengganjal perut, dilanjutkan dengan senam – senam sederhana hingga sajojo yang seadanya sampai gerakan wajib: push up. Oh iya, saya benar – benar lupa satu gerakan dan sepertinya yang lain juga lupa, kenapa kita tidak melakukan gerakan ”Raih – raih” ya? Padahal itu kan gerakan wajib dan khas sekali menurut saya.

Usai suhu badan mulai panas dan otot – otot mulai lentur, acara dilanjutkan dengan beberapa games dan pembagian doorprize. Nama – nama gamesnya sebenarnya cukup unik namun saya agak lupa karena memang tidak benar – benar memperhatikan jalannya games. Saya sibuk bermain dengan kamera saya dan berkerumun dengan para abang yang lain yang juga membawa kamera, selain juga saya mengobrol dengan teman – teman seangkatan yang hadir di sana.

5 TN 12 yang Hadir IHM 2008

5 TN 12 yang Hadir IHM 2008

Saya mengikuti acara hingga usai karena menanti moment berfoto bersama di akhir acara. Setelah foto bersama, acara ditutup dengan bersama – sama menyanyikan Hymne Alumni. Acara usai tepat pada pukul 11.00 WIB.

Saya menantikan dan semoga berkesempatan bergabung kembali pada IHM yang selanjutnya. Salam =)

Oh iya, pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan “Selamat Hari Sumpah Pemuda!”
Wahai para pemuda, mari kita azzamkan perbaikan, mari berusaha!
Pada akhirnya, jika kita telah berusaha, maka mari kita bertawakal…

[...ditemani lagu favorit saya, "Damai Bersamamu" oleh Alm Chrisye...]

October 28, 2008 at 1:01 pm 1 comment

[Karya] Sedikit Oleh – oleh dari Palembang

Alhamdulillah, perjalanan mudik saya dalam rangka Idul Fitri berjalan aman dan lancar. Walau tanpa terasa seminggu berlalu begitu cepat dan saya harus kembali lagi ke Jakarta untuk melanjutkan roda kehidupan saya (haish kata – katanya… maut!!!).

Di sela – sela kesibukan bersilaturahmi dan menghabiskan empek – empek, saya sempat juga mewujudkan satu keinginan saya: hunting malam di seputar pusat kota Palembang. Walau pukul 20.30 saya sudah harus kembali karena teman yang menemani saya sakit perut (saya sudah buat anak orang masuk angin deh…maaf…).

Ini sedikit saja oleh – oleh saya. Masih agak kurang memuaskan karena banyak kurang tajam. Sepertinya karena  shutter speed yang saya gunakan sangat rendah soalnya mau bagaimana lagi, kalau tidak pakai shutter speed rendah, maka foto – foto yang saya hasilkan akan kekurangan cahaya (under). Untung saja saya bawa mini tripod warisan almarhum Ayah saya. Sehingga, masih ada lah foto – foto yang dapat dibuat dengan hasil yang masih bisa dinikmati.

Ini pembelajaran buat saya agar kelak dapat berkarya lebih baik lagi. Monggo dibantai foto – foto saya =)

Refleksi Ruang utama masjid Agung

Refleksi Ruang utama masjid Agung

 Keterangan: Shutter Speed 1/20; Apperture f6.3; Tripod

Air Mancur pusat kota Palembang

Air Mancur pusat kota Palembang

  Keterangan: Shutter Speed 1/13; Apperture f6.3; Tripod

Sang Pembelah

Sang Pembelah

  Keterangan: Shutter Speed 1/4; Apperture f5.3; Tripod

satria
Satria without K

Keterangan: Shutter Speed 1/8; Apperture f3.5; Tripod

* Sedikit tentang foto yang terakhir. Saat saya sedang asyik konsentrasi mencari komposisi pengambilan gambar  Jembatan Ampera yang paling baik, tiba – tiba anak ini berhenti dari perjalanannya dan mengamati saya. Setelah mengambil gambar, saya melihat hasilnya di LCD, karena dia tampak sangat ingin tahu dan menjulurkan kepalanya ke arah saya, ya sudah saya ajak saja dia berbincang. Saya menanyakan apakah foto yang saya ambil bagus? Dengan ceria dia mengatakan bagus banget.. Hmm, saya sempat senyum – senyum sendiri mendengar jawabannya. Sebenarnya, saya sedang terburu – buru karena sudah harus pulang sebab teman yang menemani saya sudah mengirim sms pada saya kalau dia sakit perut, sebenarnya saya masih ingin mencari angle lain lagi bila saja saya tidak mengobrol dengan dia, tapi anak itu sepertinya tidak mau pergi, ya sudah saya ajak saja jadi model saya. Sambil menjadi model saya bertanya – tanya tentang dirinya. Saya tanya namanya, dia mengaku bernama Satria. Saya tanya mengapa dia tidak pakai baju, dia menjawab dia tidak punya. Oh…mood saya untuk melanjutkan hunting jadi hilang.. Saya bingung karena tidak bisa membantu apa – apa, walau hanya sekedar memberi baju saat itu. Dia bercerita kalau sehari – hari dia menyemir untuk makan. Dia kabur dari rumahnya di Lahat pada tahun 2007 saat ayahnya meninggal. Ia meninggalkan ibunya di sana. Saya tanya, mengapa kamu tinggalkan ibumu? Dia tak bisa menjawab. Saya tanya, kamu sudah sholat? Dia jawab mana bisa sholat, badan baju kotor. Saya pikir, iya juga. Haduh lagi – lagi, saya tidak bisa menolong dia. Mau membelikan baju juga toko sudah tutup semua, dan saya tidak punya banyak waktu karena teman saya pun sudah minta pulang. Jadilah, saya hanya bisa memberinya beberapa helai uang, sedikit saja untuk menyambung hidupnya. Saya nasihati dia untuk mendatangi masjid dan minta pakaian di sana, dan untuk segera sholat.

Oia, ada dua hal yang membuat saya berpikir, pertama, saat saya tanya apakah dia punya cita – cita. Dia jawab saya memang tidak pernah sekolah, tapi saya punya cita – cita untuk membangun masjid dan panti asuhan. Wow! Mulia sekali… Saya hanya mengaminkan semoga cita – citanya terwujud. Kedua, dia lalu balik bertanya pada saya, kalo Ayuk (Mbak dalam bahasa Palembang) memfoto – foto ini untuk apa? Untuk majalah? Jeng!!! Pertanyaannya itu tak mampu saya jawab. Karena dalam hati dalam hati saya mengaku bahwa foto – foto ini hanya untuk bersenang -senang. Amat miris bila saya jawab jujur padanya dalam keadaannya yang demikian. Dalam perjalanan pulang mengemudi motor, saya terus – menerus merenungi pertanyaannya itu… Fiyuuh… Seketika saya merasa keputusan saya membeli kamera menjadi keputusan yang kurang tepat, entahlah…

October 8, 2008 at 11:50 am 3 comments


Voting

Salam hebat!



Salam hebat! Selamat datang di blog saya, terima kasih sudah menyempatkan untuk mampir =D Blog ini saya buat untuk menuliskan tiga hal besar yang menyita banyak bagian hidup saya (for this time being), yang walau begitu, insyaAlloh saya menikmatinya... Tiga hal itu adalah: 1. Hobi saya : fotografi 2. Profesi saya : petugas pajak 3. Organisasi saya : Ikastara Saya akui dalam tiga hal ini saya adalah pemain pemula, dalam artian walau sudah berkecimpung selama beberapa tahun terakhir ini, namun saya tidak benar - benar serius menekuninya. Oleh karena itu, sejak hari ini saya bertekad untuk belajar lebih serius dan mencatat serta berbagi ilmu dan pengetahuan saya itu dalam tulisan - tulisan yang akan saya buat di blog ini. Saya amat mengharapkan masukan dan komentar dari para ahli di tiga bidang ini. Terima kasih =) :ff

As-Sajarotun

Tulisan Terbaru

Tulisan Teratas

Statistik Blog ini...

  • 24,795 hits

Sponsor…


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.